Soklat

Soklat..coklat…cokelat…cocoa….
Menurut wikipedia, nama latin dari pohon coklat adalah theobroma cacao. Kebetulan di halaman samping bapak ada beberapa pohon coklat yang sudah berbuah dan siap dipanen. Jadilah tadi siang adek ipar saya memanen buah dari pohon coklat tersebut, untuk kemudian dijual seadanya. Lumayan buat beli rokok katanya.
Buah pohon coklat yang menempel di batang, bisa dipanen atau diambil buahnya jika warnanya sudah agak kekuningan atau kuning kemerahan. Itu tandanya sudah matang dan bisa dipetik. Jika buah coklat dibuka, akan terlihat bahwa biji coklatnya terbungkus semacam daging buah berwarna putih yang rasa dan teksturnya kurang lebih seperti sirsak. Kecut-kecut gimana gitu.. Buat yang punya maag, jangan ndulit banyak-banyak, karena dijamin pasti maagnya kambuh, karena buah coklat sangat asam.
Setelah dibuka, biji coklat itu harus dijemur sampai daging buah coklatnya hilang dengan sendirinya. Setelah kering, baru biji-biji itu bisa ditumbuk dan dijadikan bubuk coklat sebagai bahan untuk membuat makanan atau minuman.

Advertisements

perempuan lain – lana

hai, namaku lana.

aku penyanyi, saat ini sedang long trip ke jogja dan aku sedang jatuh cinta.

jogja adalah kota kesekian yang aku tinggali karena pekerjaanku. aku menyanyi sejak aku masih ada di bangku sma. saat ayah meninggalkan kami dan memilih untuk hidup dengan istri barunya, sejak saat itulah aku menyambung hidup ibu dan adikku dengan menyanyi. kota demi kota. panggung demi panggung. club demi club. hotel demi hotel. band, duet, trio. you name it..

iya, aku sedang jatuh cinta. pada pria yang dengannya aku mendapatkan buah hati yang esok hari merayakan ulang tahun ke 10. pada pria yang memintaku menyanyikan lagu i don’t like to sleep alone milik paul anka. pada pria yang senyumnya selalu ku tunggu setiap kali dia duduk di kursi bar paling ujung di lounge tempatku menyanyi. pada pria yang dengannya aku bisa menghabiskan bergelas-gelas frozen beer diantara gurauan.

ya, aku sedang jatuh cinta. pada pria yang meninggalkanku di saat aku mulai terbiasa bergantung padanya. pada pria yang tidak sanggup kutatap matanya ketika kami harus berpisah di gerbang keberangkatan. pada pria yang harus menabung dari setiap tetes keringatnya supaya dia bisa kembali ke indonesia setiap tahunnya demi bertemu dengan buah hati kami. pada pria yang hari ini kutunggu senyumnya muncul dibalik kerumunan orang di gerbang kedatangan.

iya, aku sedang jatuh cinta. namun aku tidak akan menyerahkan cintaku begitu saja pada keadaan yang sulit ini. pada pria yang hari ini muncul di hadapanku menggandeng seorang gadis kecil yang memanggilnya daddy.

perempuan lain – raisa

hai, namaku raisa.

saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan bonafide di yogyakarta. dan saat ini aku sedang jatuh cinta.

belum lama sejak kepindahanku ke jogja dari bandung. kota yang membuatku letih lahir dan batin, namun membuatku ingin selalu kembali demi buah hatiku satu-satunya, andien, yang diambil paksa oleh ayahnya, mantan suamiku, fadly. ya, kami memutuskan berpisah bukan karena kami sudah tidak saling cinta. tetapi karena aku sudah tidak sanggup lagi menerima apapun yang  fadly lakukan, baik fisik maupun psikis. baik kepadaku, maupun kepada ibuku. dan cinta itu berangsur hilang seiring waktu. tidak, aku tidak akan bercerita mengenai masa laluku. karena pasti akan terdengar seperti skenario sinetron-sinetron di tv. meskipun begitu adanya.

iya, aku sedang jatuh cinta. pria ini sungguh sangat biasa. terlihat tidak ada yang lebih darinya. dari sekian pria yang aku kenal di kota ini sejak kepindahanku, hanya dia yang bicara apa adanya. hanya dia yang rela menembus gerimis dengan honda pitungnya dan membawakanku makan malam ketika aku terbaring sakit. hanya dia yang mampu membuatku terjaga hingga pagi, demi sebuah obrolan. hanya kepadanya aku mampu berceritera masa laluku, tanpa aku harus menunggu dia bertanya terlebih dahulu. hanya dia yang sapaannya membuatku mencandu.

ya, aku sedang jatuh cinta. pada pria yang pelukannya menghangatkanku ketika rinduku pada andien memuncak. pada pria yang senang memberiku kejutan-kejutan kecil. pada pria yang bisa memberiku masukan tentang pekerjaanku tanpa terdengar menggurui. pada pria yang menyeka air mataku ketika fadly mengingkari janjinya akan membawa andien untuk tinggal bersamaku di jogja. pada pria yang caranya memanggilku membuatku rindu. pada pria yang baru akan pergi setelah aku masuk rumah. pada pria yang membuatku menjadi wanita seutuhnya.

iya, aku sedang jatuh cinta. namun aku mengakhirinya hari ini, malam ini. pada pria yang telah menjadi milik perempuan lain. karena bagiku second place is the first loser.

mendoan

Iya. Saya kangen mendoan. 9 tahun lebih tinggal di Cilacap memang bikin saya jatuh cinta sama tempe jenis ini. Di Jogja sendiri gampang kok kalo mau nyari mendoan. Ada satu warung di daerah Colombo, di samping rental playstation, di sisi selatan jalan. Ada juga di Phoenam coffee shop, mas Puja jualan mendoan ompuj di situ, tempatnya di Selatan Foodfest di Jl Kaliurang, enak disitu. Yang terakhir yaitu di warung Plat R, warung soto Sokaraja di Jalan Kaliurang juga, tepatnya di barat batalyon 403.
Silahkan dirasakan sendiri, lebih seneng mendoan yang mana. Kalau saya, di warung Plat R yang paling rekomended so far.
Selamat mencoba…

riding the wave

Do this question ever came up on you? “when did the last time you do anything for the first time?

I’ll proudly say that I did yesterday and it’s totally hell of a fun. For the first time, I surf. Learn to surf actually 🙂

And there goes the story…

sore yang cerah

Sudah sejak lama saya pengin nyoba surfing sebenernya. It seems fun. Dan terima kasih buat @natnat_donat yang akhirnya mengajak saya untuk bertemu dengan teman-teman dari @parangtritisurf, lebih tepatnya dolphin parangtritis surf community.

Komunitas surf ini terbentuk kurang lebih di tahun 2009 atas prakarsa samsir dan mas pesek. Mereka yang sehari-harinya bekerja sebagai tim sar tergerak untuk mencoba surfing dengan kondisi pantai parangtritis yang tidak konsisten ombaknya. Dari mereka dan juga danang, saya yang buta samasekali soal surfing jadi tahu sedikit. Apa itu beach break, point break, reef break, shore break, paddling, alasan pemilihan surf board dan hal-hal dasar lainnya. Dan yang paling seru adalah ketika belajar. Bagi mereka, belajar surfing ya langsung di laut. Hampir sama ketika kita belajar naik sepeda, dipegangi lalu langsung dilepas dan kita mencoba mencari tahu sendiri bagaimana cara menyeimbangkan sepeda. Kemarin pun juga demikian. Ketika danang dan samsir plus natnat berhasil bikin saya panas untuk mencoba, samsir dengan sukarela langsung menemani saya melaut. Cara yang sangat otodidak, tapi seru untuk belajar. Menurut pengakuan mereka, mereka pun belajar dari melihat acara ‘surf journal’ di tv dan juga dari youtube.

Dengan bersusah payah menuju ke tengah. Harus menembus ombak-ombak yang banyak jumlahnya. Maju 3 langkah, keseret ombak 5 langkah mudur. Saya pun memberanikan diri mencoba. Belum, saya belum paddling ke tengah. Mana kuat dengan kondisi ombak parangtritis yang seperti itu. Saya baru diajari untuk merasakan sliding terlebih dahulu. Dengan posisi tengkurap, samsir memilihkan ombak yang bagus supaya saya bisa meluncur di atas papan. Beberapa kali mencoba sliding, rasanya luar biasa. Capeknya minta ampun. Karena harus bolak balik dari tepi pantai ke tengah plus menembus ombak yang kekuatannya gak karuan. Dengan resiko jidat kebentur board, minum air laut, mata perih kena air laut dan nafas rasanya mau putus, saya cuma bisa bilang, worthed! Saya pengen nyoba lagi.

Menurut danang cs, ombak parangtritis memang berat untuk mereka yang baru pertama kali belajar surfing. Frekuensi ombak yang terlalu sering dengan besar yang bervariasi. Meskipun parangtritis termasuk aman untuk berlatih jika dilihat dari dasar pantainya yang pasir dan bukan karang. Mereka bilang, kalau di jogja, pantai baron cukup friendly untuk belajar, karena ombaknya tidak seperti parangtritis, meskipun pantai baron adalah reef break, pantai dengan dasar karang.

Yes, it was fun. It was awesome.

papan natnat yang saya pakai buat belajar

papan natnat yang saya pakai buat belajar

danang (left) samsir (right), para dedengkot

danang (left) samsir (right), para dedengkot

di-wax dulu, supaya gak licin

di-wax dulu, supaya gak licinmari ke pantai!!mari ke pantai!!

Dolphin Parangtritis Surf Community

Dolphin Parangtritis Surf Community

dipindah dulu fin-nya

dipindah dulu fin-nya

mari melaut

mari melaut

sudah mulai gelap, saatnya pulang

sudah mulai gelap, saatnya pulang

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

dapet bonus sunset

dapet bonus sunset

Jadi jangan lupa, kalo pas liburan ke parang tritis, coba cari danang, samsir ato mas pesek kalo kalian mau belajar surfing. I’ll see you at the beach…

prakarya – sofa adapter

Berhubung Jogja lagi hujan, saya sharing prakarya lagi. Ya, karena saya selo. Nama sofa adapter dipilih karena sejujurnya saya tidak tahu nama barang ini sebenarnya apa. Idenya muncul karena akhir-akhir ini sering jalan-jalan di pinterest. Begini ini barangnya…

Untuk membuat adapter ini, tidak perlu piranti banyak. Yang jelas harus ada sofanya. Bahan dasarnya bisa papan, bisa multiplek. Cara membuatnya mudah saja. Tinggal siapkan papan/multiplek dengan ukuran sesuai kebutuhan dan ukuran tanganan sofa. Rakit jadi satu. Lalu tinggal difinishing, bisa dengan cat, bisa dengan plitur, atau bisa polosan ngikut warna aslinya.

adapter?

Adapter ini adalah variasi design dari apa yang saya lihat di pinterest. Variasinya lebih karena perbedaan bahan dan alasan keamanan.