sekedar cerita

jangan pernah pergi..

AvynKdyvplKE05zHB2dwvhVsC9RHCMC6mBgNo37_Ocs6

beberapa menit yang lalu posting foto ini di instagram. foto yang diambil kurang lebih setengah tahun yang lalu di maumere. di perjalanan menuju wair nokerua, yang sayangnya tidak bisa kami sambangi tempatnya karena posisi air laut sedang pasang, dan kami serombongan tidak punya cukup waktu untuk menunggu hingga air laut surut.

jangan pernah pergi..

itu captionnya. iya, jangan pernah pergi, itu yang ingin kusampaikan untuk perempuan cancer yang gak bisa lepas dari sambel setiap harinya. perempuan yang membuatku berpikir “iki sing kudu dadi bojoku suk nganti aku mati”, ketika pertama kali aku lihat di aula universitas sanata dharma bersama teman-temannya. perempuan yang sangat keras hatinya. perempuan dengan level cemburu yang cukup tinggi. perempuan yang seringkali harus kena batunya dahulu baru sadar. perempuan…

perempuan yang lima tahun lalu bersamaku mengucap janji di hadapan tuhan untuk tetap selalu bersama dalam untung maupun malang dan di waktu sehat dan sakit. perempuan yang sudah sejak 2010 rela berada jauh dari suaminya demi masa depan keluarganya.

pulanglah buguru.. tunggu apalagi? tempatmu bukan disana, tapi disini..

karena disini, semua khawatir dan ragumu akan terhapus satu demi satu.

 

Advertisements

HITSKITSCH ~ album prakarya

jadi gini,

pas ulang tahun pamityang2an yang ke-4 waktu itu, mas pokalis tetiba menghampiri dan memberikan sebuah bungkusan tas warna merah maroon isinya boxset yang katanya happening. nhah, berhubung sa ndak pinter bab musik, dan yang saya tau bahwa album ini ditangani oleh tangan dingin romo gendel, drummer mock me not itu, saya percaya saja. dan memang secara audio, bagi saya yang awam, ya cukup layaklah buat didengarkan dan dijual.

mari ditilik dari keprakaryaannya…

boxset ini adalah bukti serius sebuah band mengerjakan prakaryanya. niat tenan, selo tenan. meskipun masih ada kekurangan di beberapa tiik, tapi okelah untuk ukuran mereka yang biasanya band2an di panggung.

ini bukaan plastik pertama, didalamnya ada cd, notes, kaset, handuk dan kaos all size.

InstagramCapture_15615ce0-95bd-41a2-a7c5-58a3f7b59119

dibalik cover boxsetnya dikasi label nama pemilik dan boxset ini seri nomer berapa. ra ketang nulis namanya salah 😦 rapopolah, wong ya durung tak lunasi..hehe

InstagramCapture_c0cd6958-01d1-4703-bb46-52abec2dade7

nek bagian ini selo tenan ini..asli, menurut saya selo tenan dan prakarya tenan. dan saya suka, karena ini adalah detail.

InstagramCapture_eb5e48eb-676c-402b-8103-447ad54fda66

ini yang saya suka, detil penempatan CD dan covernya. PERFEKTO!

InstagramCapture_66ac5d30-89fb-4659-bb3a-2d5b443b2644

di dalem cd packnya, ada booklet teks lagu yang saya lupa foto 🙂 , ada sticker set artwork untuk masing-masing lagu dan ada selebaran pelengkap yang isinya logo-logo pendukung. mungkin daripada merusak artistik booklet yang sudah sedemikian rupa indah, jadi ya dibikinkan flyer aja. langkah yang cukup win-win baik bagi pendukung album, maupun art director dar EP ini.

InstagramCapture_392e714d-bffd-45a0-8634-b8199cdad39c

 

InstagramCapture_7306d65e-af5f-44ae-bd3c-700e0255e5e4

selanjutnya…gandeng bikinnya banyak dan handmade, jadi ya ada beberapa minor error di kedetilan yang mereka tawarkan, seperti; lipatan handuk yang ndak rapi dan potongan sticker artwork untuk tiap lagu.

InstagramCapture_e2d49320-2e6e-471d-93c0-c642a7df8acb InstagramCapture_0346f971-41cb-48bf-85f5-8f3da891cfe7

tapi ndak papa, we’re human after all..

next, ini yang paling saya suka. notes-nya. well!!

InstagramCapture_552d923b-6287-4393-a0df-2cd65887981d InstagramCapture_3430faa5-4871-4ad9-b10f-63799457bf6e

yaaa, kurang lebih begitulah keprakaryaan band yang satu ini.kaosnya lupa saya foto, lagipula kalo difoto mungkin juga cuman blur gitu, mungkin ini pertanda sudah waktunya ganti henpon yang kameranya bagus.

saya mengacungi jempol, ini karya audio visual yang analog digital dan migunani, menurut saya lho. saking eman-emannya saya sama karya mereka, ya cuman tak simpen aja. sayang rasanya kalo trus dipake. dilihat boleh, dipake janganlah. *slempitke ngisor kasur

teriring doa, semoga fstvlst semakin populer

ps: *tolong bu manajer, nek regane mundak kie yo aku dikabari, ben ora kleru submit budget ke klien -___-

Soklat

Soklat..coklat…cokelat…cocoa….
Menurut wikipedia, nama latin dari pohon coklat adalah theobroma cacao. Kebetulan di halaman samping bapak ada beberapa pohon coklat yang sudah berbuah dan siap dipanen. Jadilah tadi siang adek ipar saya memanen buah dari pohon coklat tersebut, untuk kemudian dijual seadanya. Lumayan buat beli rokok katanya.
Buah pohon coklat yang menempel di batang, bisa dipanen atau diambil buahnya jika warnanya sudah agak kekuningan atau kuning kemerahan. Itu tandanya sudah matang dan bisa dipetik. Jika buah coklat dibuka, akan terlihat bahwa biji coklatnya terbungkus semacam daging buah berwarna putih yang rasa dan teksturnya kurang lebih seperti sirsak. Kecut-kecut gimana gitu.. Buat yang punya maag, jangan ndulit banyak-banyak, karena dijamin pasti maagnya kambuh, karena buah coklat sangat asam.
Setelah dibuka, biji coklat itu harus dijemur sampai daging buah coklatnya hilang dengan sendirinya. Setelah kering, baru biji-biji itu bisa ditumbuk dan dijadikan bubuk coklat sebagai bahan untuk membuat makanan atau minuman.

mendoan

Iya. Saya kangen mendoan. 9 tahun lebih tinggal di Cilacap memang bikin saya jatuh cinta sama tempe jenis ini. Di Jogja sendiri gampang kok kalo mau nyari mendoan. Ada satu warung di daerah Colombo, di samping rental playstation, di sisi selatan jalan. Ada juga di Phoenam coffee shop, mas Puja jualan mendoan ompuj di situ, tempatnya di Selatan Foodfest di Jl Kaliurang, enak disitu. Yang terakhir yaitu di warung Plat R, warung soto Sokaraja di Jalan Kaliurang juga, tepatnya di barat batalyon 403.
Silahkan dirasakan sendiri, lebih seneng mendoan yang mana. Kalau saya, di warung Plat R yang paling rekomended so far.
Selamat mencoba…

riding the wave

Do this question ever came up on you? “when did the last time you do anything for the first time?

I’ll proudly say that I did yesterday and it’s totally hell of a fun. For the first time, I surf. Learn to surf actually 🙂

And there goes the story…

sore yang cerah

Sudah sejak lama saya pengin nyoba surfing sebenernya. It seems fun. Dan terima kasih buat @natnat_donat yang akhirnya mengajak saya untuk bertemu dengan teman-teman dari @parangtritisurf, lebih tepatnya dolphin parangtritis surf community.

Komunitas surf ini terbentuk kurang lebih di tahun 2009 atas prakarsa samsir dan mas pesek. Mereka yang sehari-harinya bekerja sebagai tim sar tergerak untuk mencoba surfing dengan kondisi pantai parangtritis yang tidak konsisten ombaknya. Dari mereka dan juga danang, saya yang buta samasekali soal surfing jadi tahu sedikit. Apa itu beach break, point break, reef break, shore break, paddling, alasan pemilihan surf board dan hal-hal dasar lainnya. Dan yang paling seru adalah ketika belajar. Bagi mereka, belajar surfing ya langsung di laut. Hampir sama ketika kita belajar naik sepeda, dipegangi lalu langsung dilepas dan kita mencoba mencari tahu sendiri bagaimana cara menyeimbangkan sepeda. Kemarin pun juga demikian. Ketika danang dan samsir plus natnat berhasil bikin saya panas untuk mencoba, samsir dengan sukarela langsung menemani saya melaut. Cara yang sangat otodidak, tapi seru untuk belajar. Menurut pengakuan mereka, mereka pun belajar dari melihat acara ‘surf journal’ di tv dan juga dari youtube.

Dengan bersusah payah menuju ke tengah. Harus menembus ombak-ombak yang banyak jumlahnya. Maju 3 langkah, keseret ombak 5 langkah mudur. Saya pun memberanikan diri mencoba. Belum, saya belum paddling ke tengah. Mana kuat dengan kondisi ombak parangtritis yang seperti itu. Saya baru diajari untuk merasakan sliding terlebih dahulu. Dengan posisi tengkurap, samsir memilihkan ombak yang bagus supaya saya bisa meluncur di atas papan. Beberapa kali mencoba sliding, rasanya luar biasa. Capeknya minta ampun. Karena harus bolak balik dari tepi pantai ke tengah plus menembus ombak yang kekuatannya gak karuan. Dengan resiko jidat kebentur board, minum air laut, mata perih kena air laut dan nafas rasanya mau putus, saya cuma bisa bilang, worthed! Saya pengen nyoba lagi.

Menurut danang cs, ombak parangtritis memang berat untuk mereka yang baru pertama kali belajar surfing. Frekuensi ombak yang terlalu sering dengan besar yang bervariasi. Meskipun parangtritis termasuk aman untuk berlatih jika dilihat dari dasar pantainya yang pasir dan bukan karang. Mereka bilang, kalau di jogja, pantai baron cukup friendly untuk belajar, karena ombaknya tidak seperti parangtritis, meskipun pantai baron adalah reef break, pantai dengan dasar karang.

Yes, it was fun. It was awesome.

papan natnat yang saya pakai buat belajar

papan natnat yang saya pakai buat belajar

danang (left) samsir (right), para dedengkot

danang (left) samsir (right), para dedengkot

di-wax dulu, supaya gak licin

di-wax dulu, supaya gak licinmari ke pantai!!mari ke pantai!!

Dolphin Parangtritis Surf Community

Dolphin Parangtritis Surf Community

dipindah dulu fin-nya

dipindah dulu fin-nya

mari melaut

mari melaut

sudah mulai gelap, saatnya pulang

sudah mulai gelap, saatnya pulang

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

dapet bonus sunset

dapet bonus sunset

Jadi jangan lupa, kalo pas liburan ke parang tritis, coba cari danang, samsir ato mas pesek kalo kalian mau belajar surfing. I’ll see you at the beach…