prakarya

prakarya – menggambar tembok

sudah lama ndak nulis…apa kabarnya blog ini? hehehe

kalimat di atas adalah kalimat andalan blogger mediocre seperti saya ini. susah diandalkan konsistensi menulisnya hahaha..tapi memang lama saya ndak ubet bikin sesuatu yang bisa dishare di prakarya, ato berimajinasi seperti yang ada di fiksi, atau pun berbagi pemikiran yang ada di kepala di sekedar cerita karena terlalu banyak kekhawatiran yang mungkin tidak perlu.

beberapa bulan yang lalu, jadwal memang lumayan padet. kondisi fisik dan psikis dan begitu well. begitu dapet libur dan ada selo sedikit di tanggalan, terbersitlah ide untuk pembaharuan cat tembok pagar nDalem 10,5, rumah kontrakan tercinta. nhah, permasalahan muncul ketika pager sudah tercat dan bersih. seperti ada yang kurang rasanya.

WP_20150705_10_06_15_ProWP_20150705_10_06_34_Pro

melihat bagian-bagian tertentu di pager yang terlalu bersih itu, kemudian terbersitlah ide untuk menambahi dengan gambar-gambar tertentu biar lucu. yang menarik hati ketika browsing di pinterest ya ini, origami burung dan anjing.

WP_20150705_10_09_19_ProWP_20150705_10_11_58_Pro

langsung saja, ditrace, dibikin vector untuk bisa diprint dan diblat di kertas. corel draw sederhana. begitu jadi, siap di print di kertas bufalo yang murah meriah dan agak tebal. sehingga tidak mudah sobek ketika ditimpa cat dan ketika dipotong sesuai dengan area yang ingin digambar.

WP_20150705_13_39_24_ProWP_20150706_13_02_52_Pro

WP_20150705_13_55_46_ProWP_20150705_14_49_49_Pro

ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk menggambarnya. yang pertama, begitu gambar ditempel, dioutline dengan pensil, lalu di cat menggunakan kuas cat air. yang kedua menggunakan spons yang ditutul-tutulkan ke tembok. yang ketiga, yang saya pakai yaitu dioutline dengan pensil, kemudian untuk membuat garis yang benar-benar lurus outline ditimpa dengan isolasi kertas. kemudian baru dicat. setelah cat kering, ambil pelan-pelan isolasi kertasnya.

metode ketiga itu cukup ruwet dan harus sabar plus teliti plus lebih lama. tapi bagaimana lagi, saya bukan orang yang dikarunia dengan bakat menggambar. tapi, tidak masalah..dan beginilah jadinya..

WP_20150708_15_44_27_ProWP_20150710_17_14_16_Pro

lumayan buat pemandangan sambil nyore ditemani secangkir kopi.

#ningkebon

jadi gini…saya lupa harinya, tapi yang jelas waktu itu sudah lewat jam 12 malam. datanglah deni dan martha, sepasang kekasih yang saya sudah kenal sudah agak lama. yang cewek adalah sahabat adek saya yang mereka adalah salah dua dari founder @LadiesDay_ event. yang cowok, dulu pernah macak ngekost di kontrakan saya yang lama di daerah jembatan merah. dan berceritalah mereka tentang rencana pernikahan mereka, how frustrated they were dengan segala urusan adat dan tetek bengeknya, dengan konsep dekorasi yang mereka inginkan, dengan vendor dekor yang sudah mereka temui, namun mereka tidak yakin vendor itu bisa memberikan apa yang mereka harapkan dengan budget yang diajukan si vendor dan blabla bla bla bla bla.

singkat cerita, kamipun terlibat pembicaraan mengenai perihal-perihal pernikahan dan resepsi. dan malam itu, eh, dini hari itu diakhiri dengan saran saya supaya mereka membuat buku panduan pernikahan dan membicarakannya dengan kedua orang tua mereka tentang konsep acara dan resepsi pernikahan yang mereka inginkan.

selang beberapa minggu kemudian, kembali mereka datang, dengan membawa buku panduan pernikahan 🙂 dan sebuah proposal supaya saya yang menghandle acara resepsi, dari flow acara, hingga ke dekorasi. dan how could i say no to them. sampur sudah dikalungkan, dan diantara tanggal-tanggal yang sudah dibunderi, i had a wedding to prepare.

terus terang, baru kurang lebih 2 minggu sebelum the D-day saya baru bisa mulai fokus dengan acara pernikahan mereka. dan seperti biasa, cerita bandung bondosowo terulang kembali, tapi untungnya kali ini happy ending, berkat jadul, bobby, didon, amie, aul, gombloh, suci, dita mbokdhe, rere, eka, dhani dan juga elda. sugeng, iput, riri, erwin n friends, pujha dan mc cewek satunya, aku lali jenenge, semua dapat berjalan lancar. banyak cerita disana, banyak keraguan yang muncul dari orang-orang terdekat. however, we did it.

ini masih gambar-gambar seadanya, nanti kalo dari rgb photography sudah jadi fotonya, tak kasi tau..

without love, we wont be here

the isle

bakal frame foto prewed

kotak sumbangan

kursi among tamu

foto prewed, tapi belum ada hiasan kembang2nya

bakal papan signage

#ningkebon belok kanan

frame turahan dari mantenan mbaknya martha

suvenirnya ada di dalem koper besi itu, batu2 warna warni yang bikin sang manten lanang

yes, were leaving to have our own family

pelaminan

gate yang ciamik hasil karya elda dan dita dan itok *ngomong ro kembang

sayang burem, tapi aslinya lucu itu

yaa, kurang lebih begini suasananya

jadi begitu kurang lebihnya…in the end..everybody is happy

prakarya – finger foam

Hae..

long time no see..finger foam itu apa? itu lho, perbesaran tangan-tanganan yang ada tulisannya yang biasa dipake suporter-suporter di luar sana.

Ini yang dibutuhin:

Spon ati, warna terserah, tebal spon ati menyesuaikan seberapa besar ukuran tangan yang kamu mau bikin. Semakin besar ukuran finger foam yang diinginkan, lebih baik pake spon ati dengan ketebalan lebih, supaya gak “nglentruk” nanti kalo as udah jadi. Perbandingannya kurang lebih gini, untuk ukuran panjang/tinggi 60-80 cm, better pake spon ati dengan tebal 4mm. Belinya dimana? Seperti biasa, Toko Liman di Malioboro atau Toko Alta di Jalan Parangtritis, itu kalo kamu tinggal di Jogja ya.

Lem kuning, ini semacam lem kastol, ato lem fox. Beli secukupnya aja.

Design, jelas harus ada!

So, sudah lengkap bahan-bahannya, mari dibikin.

Cara bikinnya ndak rumit. Potong spon ati kotak dulu untuk mempermudah ketika disablon sesuai design. Make sure cat sablonnya yang oil based, jangan yang water based, biar ndak gampang “nglothok”. Atau kalo ada duit banyak, bisa dibawa ke digital printing, bilang aja mau flatbed bahannya spon ati. Jangan kaget kalo itungannya per cm ya.. 🙂

Setelah selesai di sablon atau diprint, bikin satu lapis lagi. Potong mengikuti pola yang ada, tapi jangan terlalu mepet dulu dengan outline gambarnya. Tempelkan dengan lem kuning. Ingat, lem kuning itu justru akan lebih merekat kalo kedua sisinya diberi lem dan ditunggu hingga agak kering, baru ditempelkan. Ndak usah kesusu. Potong setelah yakin lem benar-benar kering dan spon ati sudah menyatu. Make sure cutter yang kamu pakai adalah cutter baru dan yang kecil. Karena proses pemotongan harus sekali jalan, dan cutter kecil yang baru akan mempermudah ketika manuver pemotongan. Oiya, pada waktu ngelem, jangan lupa dikasi space untuk tempat tangan ya.

139142067369713914207149201391420748089139142098806513914210197321391421054591

Voila!! Let’s RAWK!!

1391421087194

Nih…masuk berita finger foam-nya 😀 , dibawa mbak-mbak berjilbab di deretan depan. Tapi salah judul 😦 yang bener harusnya Sulawesi Barat.

Thank you @unkl_d dan temen-temen Didon & Co.’s Project yang sudah membantu.

prakarya – lampu gantung

Oke, akhirnya ada alasan untuk ubek lagi. Lama tidak menghasilkan sesuatu itu terkadang bikin kita jadi merasa tidak berguna. Nah, berhubung dalam waktu dekat saya butuh lampu gantung, dan kebetulan bahan dasar yang dibutuhkan tersedia dirumah. Maka mari kita bergerak.

Seperti biasa dan lagi-lagi pinterest jadi bahan referensi untuk lampu gantung kali ini. Yang butuh dibeli cuma fitting gantung dan lampu lidah.

lampu gantung

 

Ada yang mau dibuatkan? 🙂

prakarya – sofa adapter

Berhubung Jogja lagi hujan, saya sharing prakarya lagi. Ya, karena saya selo. Nama sofa adapter dipilih karena sejujurnya saya tidak tahu nama barang ini sebenarnya apa. Idenya muncul karena akhir-akhir ini sering jalan-jalan di pinterest. Begini ini barangnya…

Untuk membuat adapter ini, tidak perlu piranti banyak. Yang jelas harus ada sofanya. Bahan dasarnya bisa papan, bisa multiplek. Cara membuatnya mudah saja. Tinggal siapkan papan/multiplek dengan ukuran sesuai kebutuhan dan ukuran tanganan sofa. Rakit jadi satu. Lalu tinggal difinishing, bisa dengan cat, bisa dengan plitur, atau bisa polosan ngikut warna aslinya.

adapter?

Adapter ini adalah variasi design dari apa yang saya lihat di pinterest. Variasinya lebih karena perbedaan bahan dan alasan keamanan.

prakarya – bed lamp

Sudah satu tahun saya dan buguru tinggal di nDalem 10,5, kontrakan kecil berisi 3 kamar yang letaknya di timur Monumen Jogja Kembali. Sebagai pengantin baru, waktu itu, saya merasa ada yang kurang ketika masuk ke kamar tidur utama. Dan kekurangan itu, sayangnya baru ketahuan ketika sudah hampir satu tahun kami tinggal di situ. Bed Side Lamp.

Ya, di kamar belum ada lampu tidurnya. Kebiasaan buguru yang tidak bisa tidur gelap-gelapan, dan saya yang agak susah tidur jika lampu menyala terang akhirnya memunculkan sebuah kebutuhan baru, yaitu lampu tidur. Fair..win win solution..

Mari dicari ada barang apa saja di rumah:

1. potongan multiplek, tinggal dihaluskan saja

2. spon ati warna putih, sisa pohon natal kemarin

3. double tape

4. lem tembak

 

Mari beli barang pendukungnya:

1. fitting tempel

2. mika warna-warni

3. kabel ber-switch on/off

4. lampu 5 watt

 

dan…jadilah lampu tidur sederhana

bed lamp

 

prakarya – pigura pigura

pigura

Setelah 2 tahun menikah..akhirnya punya foto-foto nikahan yang dipajang.

Pigura-pigura hasil rampokan dari anak-anak @LadiesDay_ ini, buat saya lebih cocok untuk memajang foto-foto nikahan, tanpa ada kesan lebay seperti foto-foto nikahan biasanya yang dicetak raksasa, dengan tulisan “forever love” apalagi.

Happy 2nd anniversary buguru @tee_weety, kapan ya kita hanimun?