riding the wave

Do this question ever came up on you? “when did the last time you do anything for the first time?

I’ll proudly say that I did yesterday and it’s totally hell of a fun. For the first time, I surf. Learn to surf actually 🙂

And there goes the story…

sore yang cerah

Sudah sejak lama saya pengin nyoba surfing sebenernya. It seems fun. Dan terima kasih buat @natnat_donat yang akhirnya mengajak saya untuk bertemu dengan teman-teman dari @parangtritisurf, lebih tepatnya dolphin parangtritis surf community.

Komunitas surf ini terbentuk kurang lebih di tahun 2009 atas prakarsa samsir dan mas pesek. Mereka yang sehari-harinya bekerja sebagai tim sar tergerak untuk mencoba surfing dengan kondisi pantai parangtritis yang tidak konsisten ombaknya. Dari mereka dan juga danang, saya yang buta samasekali soal surfing jadi tahu sedikit. Apa itu beach break, point break, reef break, shore break, paddling, alasan pemilihan surf board dan hal-hal dasar lainnya. Dan yang paling seru adalah ketika belajar. Bagi mereka, belajar surfing ya langsung di laut. Hampir sama ketika kita belajar naik sepeda, dipegangi lalu langsung dilepas dan kita mencoba mencari tahu sendiri bagaimana cara menyeimbangkan sepeda. Kemarin pun juga demikian. Ketika danang dan samsir plus natnat berhasil bikin saya panas untuk mencoba, samsir dengan sukarela langsung menemani saya melaut. Cara yang sangat otodidak, tapi seru untuk belajar. Menurut pengakuan mereka, mereka pun belajar dari melihat acara ‘surf journal’ di tv dan juga dari youtube.

Dengan bersusah payah menuju ke tengah. Harus menembus ombak-ombak yang banyak jumlahnya. Maju 3 langkah, keseret ombak 5 langkah mudur. Saya pun memberanikan diri mencoba. Belum, saya belum paddling ke tengah. Mana kuat dengan kondisi ombak parangtritis yang seperti itu. Saya baru diajari untuk merasakan sliding terlebih dahulu. Dengan posisi tengkurap, samsir memilihkan ombak yang bagus supaya saya bisa meluncur di atas papan. Beberapa kali mencoba sliding, rasanya luar biasa. Capeknya minta ampun. Karena harus bolak balik dari tepi pantai ke tengah plus menembus ombak yang kekuatannya gak karuan. Dengan resiko jidat kebentur board, minum air laut, mata perih kena air laut dan nafas rasanya mau putus, saya cuma bisa bilang, worthed! Saya pengen nyoba lagi.

Menurut danang cs, ombak parangtritis memang berat untuk mereka yang baru pertama kali belajar surfing. Frekuensi ombak yang terlalu sering dengan besar yang bervariasi. Meskipun parangtritis termasuk aman untuk berlatih jika dilihat dari dasar pantainya yang pasir dan bukan karang. Mereka bilang, kalau di jogja, pantai baron cukup friendly untuk belajar, karena ombaknya tidak seperti parangtritis, meskipun pantai baron adalah reef break, pantai dengan dasar karang.

Yes, it was fun. It was awesome.

papan natnat yang saya pakai buat belajar

papan natnat yang saya pakai buat belajar

danang (left) samsir (right), para dedengkot

danang (left) samsir (right), para dedengkot

di-wax dulu, supaya gak licin

di-wax dulu, supaya gak licinmari ke pantai!!mari ke pantai!!

Dolphin Parangtritis Surf Community

Dolphin Parangtritis Surf Community

dipindah dulu fin-nya

dipindah dulu fin-nya

mari melaut

mari melaut

sudah mulai gelap, saatnya pulang

sudah mulai gelap, saatnya pulang

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

paling kiri, fajar, groomed juara termuda

dapet bonus sunset

dapet bonus sunset

Jadi jangan lupa, kalo pas liburan ke parang tritis, coba cari danang, samsir ato mas pesek kalo kalian mau belajar surfing. I’ll see you at the beach…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s