move on

seperti yang selalu diucapkan motivator-motivator kondang itu..”move on!” memang buat sebagian orang, mereka butuh dipacu oleh motivator-motivator atau orang lain yang mereka lihat hidupnya lebih sukses dari mereka, supaya mereka percaya bahwa mereka bisa sehebat sang motivator, bahwa hidupnya bisa seringan hidup sang motivator.

tidak semudah itu memang untuk bisa” move on”, karena buat saya, “move on” butuh lebih dari sekedar dorongan dari luar, melainkan justru dari dalam diri sendiri. ketika seseorang belum bisa menerima keadaan dirinya yang sebenarnya, saat ini, dengan ikhlas, dia tidak akan dapat “move on”.

“move on” adalah state of act, bukan sekedar statement. karena kuncinya adalah di pergerakan yang dibuat dan dilakukan. mau berstatus di jejaring sosial manapun, sebanyak apapun, ketika yang dilakukan hanya berstatus, ya percuma.. 🙂

saya sendiri butuh dorongan dari @tee_weety untuk bisa “move on”. ketika keadaan sudah tidak kondusif untuk berproses kreatif, september 2011, saya memutuskan untuk meninggalkan kantor saya yang dulu. dan hampir setengah tahun ini, saya memang praktis tidak bekerja. ‘di rumah aja, menghabiskan tabungan’, itu jawaban yang saya beri jika klien-klien dari kantor lama kebetulan telpon.

keluar dari zona nyaman dengan dukungan istri tercinta memang menyenangkan, karena ketika keluar dari zona nyaman tersebut, ternyata banyak yang bisa terjadi, dan kita semakin sadar bahwa seringkali kita melupakan hal-hal yang sebenarnya bisa memberikan efek positif yang luar biasa. coba, kalo misalnya saya masih bekerja, tidak akan mungkin saya bisa menghabiskan waktu untuk naik turun atap untuk mengutak-atik pompa air yang bocor, berkebun, bersih-bersih rumah, arisan keluarga, nganter ibu negara shopping, masak, dll. karena ketika itu, waktu sudah dihabiskan oleh rutinitas-rutinitas yang di awal menyenangkan, namun akhir-akhir itu menjadi sebuah beban yang ingin segera dilepas.

berat dan banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan ketika waktu itu saya memutuskan untuk keluar dari kantor. apalagi saya sudah berada di sana selama 5 tahun. banyak cerita dan pelajaran yang didapat. IT WAS FUN! namun, saya tidak mau berhenti di situ, meskipun banyak janji menggiurkan yang ditawarkan, yang entah kapan akan terwujud. saya tidak cukup diberi janji, karena saya punya mimpi saya sendiri. bekerja dalam suasana yang kondusif, dan dalam atmosfer humanis.

dan inilah saya sekarang, sedang menyiapkan bendera baru bersama sahabt-sahabat saya yang mempunyai pandangan yang sama. kita bekerja untuk berbagi rejeki dengan yang lain. karena bekerja tidak melulu duit.

saya…MOVE ON! kamu?

Advertisements

6 comments

  1. mantapp mas Don. That was a act, although we dunno know if there is hope ahead. just get the passion of it.. lanjutkan 🙂 hehhe. sukses mas

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s