sahabat kekasih

Tit..tit..tit..tit..tit….
Pukul 6 pagi, dan matanya masih terpejam dengan tangan memeluk lenganku.

Berat rasanya meninggalkan dirinya untuk yang kesekian kali. Karena hanya padanya, aku bisa melihat bahwa hidupku layak disyukuri. Berat, karena sudah terbayang di kepalaku bahwa aku tidak akan bisa lagi merasakan harum bau pasta gigi yang keluar dari mulutnya ketika dia membangunkanku tepat jam 8 setiap minggu pagi. Berat, karena aku tidak bisa lagi menggigit pantatnya karena kesal dibangunkan terlalu pagi. Berat, karena aku akan melewati sabtu malam hanya dengan menenggelamkan diri pada Winning Eleven hingga jatuh tertidur dengan joystick tetap ditangan.

Pagi ini, aku bangun terlalu pagi dan aku terdiam bersyukur, karena aku mempunyai kesempatan untuk memandangi wajahnya untuk yang terakhir kali. Cincin pertunangan yang indah, potongan berlian yang semakin sempurna ketika berpadu dengan jari manisnya yang lentik. Aku yang membelikannya.
Hari ini tepat satu minggu sebelum pernikahannya dengan Donny.

Tididit..incoming message..

“bram,sori aku lupa bilang tengkiu kemaren..yulia suka bgt sm cincinnya.aku tau,seleramu pasti oke..tengkiu..jgn lupa bsk dateng ya?”

reply?

“anytime don..as long as both of you happy..aku pasti dateng besok..”

message sent…


Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s