Apa rasa kopimu pagi ini?

Pagi ini sepertinya kepalaku tidak berada di tempat yang tepat, sedikit miring ke kiri, sehingga pening sedikit mengganggu. Tidak bisa menyalahkan siapapun, karena memang tadi malam, satu-satunya pilihan berbaring adalah berbantal sepatu dan beralas tikar. Terbaring kekenyangan setelah melahap habis 2 ekor ayam utuh bersama kawan-kawan ajaib, di dinginnya udara Mangunan, Wonosari.

Kopi hitam tubruk solusinya..

Dan tidak seperti biasanya, kali ini tidak ada takaran pasti berapa sendok kopi dan berapa sendok gula. Feeling aja..Let it flow..

Biarkan nanti rasanya akan jadi seperti apa. Biarkan saja..Toh kopi serupa dengan hidup. Apa yang kita tanam, kita tuai. Apa yang kita ramu, itu yang kita minum. Bukankah kita sendiri yang meramu kopi itu? Seberapa kental? Seberapa manis? Seberapa pahit? Instant? Ditambah susu? Ditambah coklat?

Terserah kan? Tinggal hasil akhirnya akan seperti apa rasanya. Seperti konsekuensi yang harus ikhlas dijalani akibat dari apa yang kita ramu di dalam mug kesayangan.

Dan pagi ini, kopi ini begitu pas.

Kental..Hitam..Tubruk..Manis..

Dan semoga hari ini juga terjalani dengan pas.

Jadi kawan, apa rasa kopimu pagi ini?

makasi mas dk yg mengingatkanku utk nulis..

Advertisements

One comment

  1. pagi ini ndak ngopi. ngopi kebanyakan itu ndak bagus mas buat lambung :)) *jawaban ngasal

    kopi saya selalu saya bikin tidak pahit, tapi tidak juga jadi manis. karna saya suka nya begitu 🙂 *teetep ngasal :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s