jangan pernah pergi..

AvynKdyvplKE05zHB2dwvhVsC9RHCMC6mBgNo37_Ocs6

beberapa menit yang lalu posting foto ini di instagram. foto yang diambil kurang lebih setengah tahun yang lalu di maumere. di perjalanan menuju wair nokerua, yang sayangnya tidak bisa kami sambangi tempatnya karena posisi air laut sedang pasang, dan kami serombongan tidak punya cukup waktu untuk menunggu hingga air laut surut.

jangan pernah pergi..

itu captionnya. iya, jangan pernah pergi, itu yang ingin kusampaikan untuk perempuan cancer yang gak bisa lepas dari sambel setiap harinya. perempuan yang membuatku berpikir “iki sing kudu dadi bojoku suk nganti aku mati”, ketika pertama kali aku lihat di aula universitas sanata dharma bersama teman-temannya. perempuan yang sangat keras hatinya. perempuan dengan level cemburu yang cukup tinggi. perempuan yang seringkali harus kena batunya dahulu baru sadar. perempuan…

perempuan yang lima tahun lalu bersamaku mengucap janji di hadapan tuhan untuk tetap selalu bersama dalam untung maupun malang dan di waktu sehat dan sakit. perempuan yang sudah sejak 2010 rela berada jauh dari suaminya demi masa depan keluarganya.

pulanglah buguru.. tunggu apalagi? tempatmu bukan disana, tapi disini..

karena disini, semua khawatir dan ragumu akan terhapus satu demi satu.

 

Advertisements

prakarya – menggambar tembok

sudah lama ndak nulis…apa kabarnya blog ini? hehehe

kalimat di atas adalah kalimat andalan blogger mediocre seperti saya ini. susah diandalkan konsistensi menulisnya hahaha..tapi memang lama saya ndak ubet bikin sesuatu yang bisa dishare di prakarya, ato berimajinasi seperti yang ada di fiksi, atau pun berbagi pemikiran yang ada di kepala di sekedar cerita karena terlalu banyak kekhawatiran yang mungkin tidak perlu.

beberapa bulan yang lalu, jadwal memang lumayan padet. kondisi fisik dan psikis dan begitu well. begitu dapet libur dan ada selo sedikit di tanggalan, terbersitlah ide untuk pembaharuan cat tembok pagar nDalem 10,5, rumah kontrakan tercinta. nhah, permasalahan muncul ketika pager sudah tercat dan bersih. seperti ada yang kurang rasanya.

WP_20150705_10_06_15_ProWP_20150705_10_06_34_Pro

melihat bagian-bagian tertentu di pager yang terlalu bersih itu, kemudian terbersitlah ide untuk menambahi dengan gambar-gambar tertentu biar lucu. yang menarik hati ketika browsing di pinterest ya ini, origami burung dan anjing.

WP_20150705_10_09_19_ProWP_20150705_10_11_58_Pro

langsung saja, ditrace, dibikin vector untuk bisa diprint dan diblat di kertas. corel draw sederhana. begitu jadi, siap di print di kertas bufalo yang murah meriah dan agak tebal. sehingga tidak mudah sobek ketika ditimpa cat dan ketika dipotong sesuai dengan area yang ingin digambar.

WP_20150705_13_39_24_ProWP_20150706_13_02_52_Pro

WP_20150705_13_55_46_ProWP_20150705_14_49_49_Pro

ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk menggambarnya. yang pertama, begitu gambar ditempel, dioutline dengan pensil, lalu di cat menggunakan kuas cat air. yang kedua menggunakan spons yang ditutul-tutulkan ke tembok. yang ketiga, yang saya pakai yaitu dioutline dengan pensil, kemudian untuk membuat garis yang benar-benar lurus outline ditimpa dengan isolasi kertas. kemudian baru dicat. setelah cat kering, ambil pelan-pelan isolasi kertasnya.

metode ketiga itu cukup ruwet dan harus sabar plus teliti plus lebih lama. tapi bagaimana lagi, saya bukan orang yang dikarunia dengan bakat menggambar. tapi, tidak masalah..dan beginilah jadinya..

WP_20150708_15_44_27_ProWP_20150710_17_14_16_Pro

lumayan buat pemandangan sambil nyore ditemani secangkir kopi.

HITSKITSCH ~ album prakarya

jadi gini,

pas ulang tahun pamityang2an yang ke-4 waktu itu, mas pokalis tetiba menghampiri dan memberikan sebuah bungkusan tas warna merah maroon isinya boxset yang katanya happening. nhah, berhubung sa ndak pinter bab musik, dan yang saya tau bahwa album ini ditangani oleh tangan dingin romo gendel, drummer mock me not itu, saya percaya saja. dan memang secara audio, bagi saya yang awam, ya cukup layaklah buat didengarkan dan dijual.

mari ditilik dari keprakaryaannya…

boxset ini adalah bukti serius sebuah band mengerjakan prakaryanya. niat tenan, selo tenan. meskipun masih ada kekurangan di beberapa tiik, tapi okelah untuk ukuran mereka yang biasanya band2an di panggung.

ini bukaan plastik pertama, didalamnya ada cd, notes, kaset, handuk dan kaos all size.

InstagramCapture_15615ce0-95bd-41a2-a7c5-58a3f7b59119

dibalik cover boxsetnya dikasi label nama pemilik dan boxset ini seri nomer berapa. ra ketang nulis namanya salah 😦 rapopolah, wong ya durung tak lunasi..hehe

InstagramCapture_c0cd6958-01d1-4703-bb46-52abec2dade7

nek bagian ini selo tenan ini..asli, menurut saya selo tenan dan prakarya tenan. dan saya suka, karena ini adalah detail.

InstagramCapture_eb5e48eb-676c-402b-8103-447ad54fda66

ini yang saya suka, detil penempatan CD dan covernya. PERFEKTO!

InstagramCapture_66ac5d30-89fb-4659-bb3a-2d5b443b2644

di dalem cd packnya, ada booklet teks lagu yang saya lupa foto 🙂 , ada sticker set artwork untuk masing-masing lagu dan ada selebaran pelengkap yang isinya logo-logo pendukung. mungkin daripada merusak artistik booklet yang sudah sedemikian rupa indah, jadi ya dibikinkan flyer aja. langkah yang cukup win-win baik bagi pendukung album, maupun art director dar EP ini.

InstagramCapture_392e714d-bffd-45a0-8634-b8199cdad39c

 

InstagramCapture_7306d65e-af5f-44ae-bd3c-700e0255e5e4

selanjutnya…gandeng bikinnya banyak dan handmade, jadi ya ada beberapa minor error di kedetilan yang mereka tawarkan, seperti; lipatan handuk yang ndak rapi dan potongan sticker artwork untuk tiap lagu.

InstagramCapture_e2d49320-2e6e-471d-93c0-c642a7df8acb InstagramCapture_0346f971-41cb-48bf-85f5-8f3da891cfe7

tapi ndak papa, we’re human after all..

next, ini yang paling saya suka. notes-nya. well!!

InstagramCapture_552d923b-6287-4393-a0df-2cd65887981d InstagramCapture_3430faa5-4871-4ad9-b10f-63799457bf6e

yaaa, kurang lebih begitulah keprakaryaan band yang satu ini.kaosnya lupa saya foto, lagipula kalo difoto mungkin juga cuman blur gitu, mungkin ini pertanda sudah waktunya ganti henpon yang kameranya bagus.

saya mengacungi jempol, ini karya audio visual yang analog digital dan migunani, menurut saya lho. saking eman-emannya saya sama karya mereka, ya cuman tak simpen aja. sayang rasanya kalo trus dipake. dilihat boleh, dipake janganlah. *slempitke ngisor kasur

teriring doa, semoga fstvlst semakin populer

ps: *tolong bu manajer, nek regane mundak kie yo aku dikabari, ben ora kleru submit budget ke klien -___-

#ningkebon

jadi gini…saya lupa harinya, tapi yang jelas waktu itu sudah lewat jam 12 malam. datanglah deni dan martha, sepasang kekasih yang saya sudah kenal sudah agak lama. yang cewek adalah sahabat adek saya yang mereka adalah salah dua dari founder @LadiesDay_ event. yang cowok, dulu pernah macak ngekost di kontrakan saya yang lama di daerah jembatan merah. dan berceritalah mereka tentang rencana pernikahan mereka, how frustrated they were dengan segala urusan adat dan tetek bengeknya, dengan konsep dekorasi yang mereka inginkan, dengan vendor dekor yang sudah mereka temui, namun mereka tidak yakin vendor itu bisa memberikan apa yang mereka harapkan dengan budget yang diajukan si vendor dan blabla bla bla bla bla.

singkat cerita, kamipun terlibat pembicaraan mengenai perihal-perihal pernikahan dan resepsi. dan malam itu, eh, dini hari itu diakhiri dengan saran saya supaya mereka membuat buku panduan pernikahan dan membicarakannya dengan kedua orang tua mereka tentang konsep acara dan resepsi pernikahan yang mereka inginkan.

selang beberapa minggu kemudian, kembali mereka datang, dengan membawa buku panduan pernikahan 🙂 dan sebuah proposal supaya saya yang menghandle acara resepsi, dari flow acara, hingga ke dekorasi. dan how could i say no to them. sampur sudah dikalungkan, dan diantara tanggal-tanggal yang sudah dibunderi, i had a wedding to prepare.

terus terang, baru kurang lebih 2 minggu sebelum the D-day saya baru bisa mulai fokus dengan acara pernikahan mereka. dan seperti biasa, cerita bandung bondosowo terulang kembali, tapi untungnya kali ini happy ending, berkat jadul, bobby, didon, amie, aul, gombloh, suci, dita mbokdhe, rere, eka, dhani dan juga elda. sugeng, iput, riri, erwin n friends, pujha dan mc cewek satunya, aku lali jenenge, semua dapat berjalan lancar. banyak cerita disana, banyak keraguan yang muncul dari orang-orang terdekat. however, we did it.

ini masih gambar-gambar seadanya, nanti kalo dari rgb photography sudah jadi fotonya, tak kasi tau..

without love, we wont be here

the isle

bakal frame foto prewed

kotak sumbangan

kursi among tamu

foto prewed, tapi belum ada hiasan kembang2nya

bakal papan signage

#ningkebon belok kanan

frame turahan dari mantenan mbaknya martha

suvenirnya ada di dalem koper besi itu, batu2 warna warni yang bikin sang manten lanang

yes, were leaving to have our own family

pelaminan

gate yang ciamik hasil karya elda dan dita dan itok *ngomong ro kembang

sayang burem, tapi aslinya lucu itu

yaa, kurang lebih begini suasananya

jadi begitu kurang lebihnya…in the end..everybody is happy

prakarya – finger foam

Hae..

long time no see..finger foam itu apa? itu lho, perbesaran tangan-tanganan yang ada tulisannya yang biasa dipake suporter-suporter di luar sana.

Ini yang dibutuhin:

Spon ati, warna terserah, tebal spon ati menyesuaikan seberapa besar ukuran tangan yang kamu mau bikin. Semakin besar ukuran finger foam yang diinginkan, lebih baik pake spon ati dengan ketebalan lebih, supaya gak “nglentruk” nanti kalo as udah jadi. Perbandingannya kurang lebih gini, untuk ukuran panjang/tinggi 60-80 cm, better pake spon ati dengan tebal 4mm. Belinya dimana? Seperti biasa, Toko Liman di Malioboro atau Toko Alta di Jalan Parangtritis, itu kalo kamu tinggal di Jogja ya.

Lem kuning, ini semacam lem kastol, ato lem fox. Beli secukupnya aja.

Design, jelas harus ada!

So, sudah lengkap bahan-bahannya, mari dibikin.

Cara bikinnya ndak rumit. Potong spon ati kotak dulu untuk mempermudah ketika disablon sesuai design. Make sure cat sablonnya yang oil based, jangan yang water based, biar ndak gampang “nglothok”. Atau kalo ada duit banyak, bisa dibawa ke digital printing, bilang aja mau flatbed bahannya spon ati. Jangan kaget kalo itungannya per cm ya.. 🙂

Setelah selesai di sablon atau diprint, bikin satu lapis lagi. Potong mengikuti pola yang ada, tapi jangan terlalu mepet dulu dengan outline gambarnya. Tempelkan dengan lem kuning. Ingat, lem kuning itu justru akan lebih merekat kalo kedua sisinya diberi lem dan ditunggu hingga agak kering, baru ditempelkan. Ndak usah kesusu. Potong setelah yakin lem benar-benar kering dan spon ati sudah menyatu. Make sure cutter yang kamu pakai adalah cutter baru dan yang kecil. Karena proses pemotongan harus sekali jalan, dan cutter kecil yang baru akan mempermudah ketika manuver pemotongan. Oiya, pada waktu ngelem, jangan lupa dikasi space untuk tempat tangan ya.

139142067369713914207149201391420748089139142098806513914210197321391421054591

Voila!! Let’s RAWK!!

1391421087194

Nih…masuk berita finger foam-nya 😀 , dibawa mbak-mbak berjilbab di deretan depan. Tapi salah judul 😦 yang bener harusnya Sulawesi Barat.

Thank you @unkl_d dan temen-temen Didon & Co.’s Project yang sudah membantu.

Ra Kuti dan Ra Semi

Kisah ini mengambil latar belakang di daerah Pajarakan, atau sekarang lebih dikenal sebagai Kabupaten Probolinggo. Pajarakan adalah daerah asal  Ra Kuti, salah satu dari tujuh Dharmaputra bentukan Raden Wijaya. Dharmaputra sendiri adalah jabatan yang diberikan kepada Raden Wijaya, raja pertama Kerajaan Majapahit dan berisi pegawai-pegawai istimewa yang disayangi raja. Adapun ketujuh Dharmaputra tersebut adalah Ra Kuti, Ra Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak dan Ra Pangsa. Dan kesemuanya tewas dalam pemberontakan pada masa pemerintahan Jayanegara, raja kedua Majapahit setelah Raden Wijaya.

Kidung Sorandaka menyebutkan pada tahun 1316 ayah Patih Nambi yang bernama Pranaraja meninggal dunia di Lumajang. Ra Semi ikut dalam rombongan pelayat dari Majapahit. Patih Nambi difitnah melakukan pemberontakan oleh Mahapati yang licik. Karena sang raja, Jayanegara, terlanjur percaya kepada hasutan Mahapati, ia pun mengirim pasukan untuk menghukum Nambi. Saat pasukan Majapahit datang menyerang, Ra Semi yang masih berada di Lumajang bersama anggota rombongan lainnya mau tidak mau bergabung membela Nambi. Akhirnya, Nambi dikisahkan terbunuh beserta seluruh pendukungnya, termasuk Ra Semi.

Kitab Pararaton selanjutnya mengisahkan adanya pemberontakan selanjutnya yang dipimpin Ra Kuti pada tahun 1319. Pemberontakan ini terjadi langsung di ibu kota Majapahit dan jauh lebih berbahaya dibandingkan pemberontakan Ra Semi. Meskipun demikian, Jayanagara sekeluarga berhasil melarikan diri dengan dikawal para prajurit bhayangkari yang dipimpin seorang bekel bernama Gajah Mada. Setelah mengamankan rajanya di desa Badander, Gajah Mada kembali ke ibu kota untuk mencari dukungan dari para pejabat dan juga rakyat di ibukota. Setelah meyakini kalau pemberontakan Ra Kuti ternyata tidak mendapat dukungan rakyat, maka Gajah Mada pun berhasil memusnahkan gerombolan Ra Kuti.

Setidaknya itulah yang diyakini oleh Gadjah Mada dan Mahapati. Bahwa Ra Kuti dan Ra semi sudah mati. Namun mereka memang tidak pernah menemukan mayat mereka berdua. Dan baru-baru ini mereka terlihat di lautan pasir Pegunungan Bromo, keluar dari persembunyian mereka setelah beratus-ratus tahun lamanya.

Ra Kuti dan Ra Semi

Sumber asli dari ceritera ini ada di sini.

Foto diambil oleh @budibujhel dengan menggunakan kamera @paningron

prakarya – lampu gantung

Oke, akhirnya ada alasan untuk ubek lagi. Lama tidak menghasilkan sesuatu itu terkadang bikin kita jadi merasa tidak berguna. Nah, berhubung dalam waktu dekat saya butuh lampu gantung, dan kebetulan bahan dasar yang dibutuhkan tersedia dirumah. Maka mari kita bergerak.

Seperti biasa dan lagi-lagi pinterest jadi bahan referensi untuk lampu gantung kali ini. Yang butuh dibeli cuma fitting gantung dan lampu lidah.

lampu gantung

 

Ada yang mau dibuatkan? 🙂